Indonesia Darurat Demokrasi

Indonesia Darurat Demokrasi

rmol-thumb_767102_09183407122014_Anonymous-Mask-HD-Wallpapers-62335Oleh: Adhie M. Massardi

DEMOKRASI bukanlah metode untuk mendirikan kekuasaan yang kuat, yang disanggah oleh parlemen yang kuat, partai yang kuat, jaringan pers yang solid, dan kekuatan bersenjata yang digdaya. Sehingga penguasa bisa berbuat apa saja tanpa bisa dikontrol.

Rezim pemilu dalam demokrasi bukan seperti lomba panjat (pohon) pinang pada acara 17-an memperingati proklamasi kemerdekaan RI, di mana seseorang yang berhasil mencapai puncak boleh secara tamak menggasak semua kekayaan (hadiah) yang tergantung di atas sana. Atau (hanya) berbagi dengan komplotannya yang secara berkolaborasi bahu-membahu mendorongnya hingga puncak kekuasaan. Sedang rakyat hanya jadi penonton.

Demokrasi menjadi pilihan banyak negara beradab di muka bumi karena ia merupakan metode paling rasional untuk membangun pemerintahan yang kuat, bermartabat dan (harus) bermanfaat bagi mayoritas rakyat.

Konsep periklanan dan komunikasi yang menipu mungkin bisa mengecoh rakyat pemilih (dalam pemilu) karena ditebar dengan pesona canggih lewat teknologi informasi dan perangkat komunikasi multi-media. Tapi masih ada parlemen, akal sehat yang dibangun oleh kalangan ulama, rohaniawan, intelektual, dan pers serta mahasiswa di kampus-kampus.

Demokrasi menjadi pilihan banyak negara beradab di muka bumi karena apabila terjadi “malpraktek” dalam pemilu, sehingga melahirkan penguasa yang tamak dan menipu, yang menjuali aset-aset negara demi privatisasi dan tuntutan pasar, padahal sesungguhnya itu korupsi dalam kemasan neoliberal, demokrasi menyediakan mekanisme yang terukur untuk mengganti rezim yang dzolim seperti itu.

Maka ketika di negeri ini muncul pikiran dan praktek untuk penguatan sistem presidensial dengan mengerdilkan dan memporak-porandakan Parlemen dan parpol, serta menafikan mekanisme kontrol, terutama dari kalangan civil society dan mahasiswa, sesunguhnya Indonesia sedang berada dalam darurat demokrasi”.

Demokrasi sedang bermetamorfosa menjadi tirani. Hati-hati…! [***]

Sumber: http://m.rmol.co/news.php?id=182519

Seminar Nasional 2014 : Sistem Pengamanan Objek Vital dalam Menghadapi Ancaman Terorisme dan Anarkisme

Seminar Nasional 2014 : Sistem Pengamanan Objek Vital dalam Menghadapi Ancaman Terorisme dan Anarkisme

Dalam Rangka memberikan pemahaman bagi masyarakat luas tentang Kejahatan Terorisme dan perkembangannya di Asia Tenggara pada umumnya dan di Indonesia khususnya, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Prov. DKI Jakarta bekerja sama dengan MABES POLRI akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema “Sistem Pengamanan Objek Vital yang Kondusif dalam Menghadapi Ancaman Terorisme secara Nasional maupun Internasional”. Demikian yang disampaikan oleh Delfi Tasar, sebagai Panitia dari seminar nasional ini kepada redaksi.

“Acara yang menghadirkan KAPOLRI, Jend. (Pol.) Sutarman sebagai Pembicara Utama dari seminar ini, rencananya akan diselenggarakan di Hotel Kartika Chandra, The Kirana Grand Ballroom, Jakarta, yang berlangsung dua hari berturut-turut, yaitu pada tanggal 15 dan 16 Desember 2014”, ujar Delfi lagi.

“Dan selaku Ketua Presidium LCKI Pusat, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Da’i Bachtiar, SH, AO, akan memberikan pula kata sambutannya, yang kemudian seminar akan diisi oleh pemateri dari KABAHARKAM MABES POLRI, KABAINTELKAM MABES POLRI, KEPALA BNPT, dan DIR SHABARA BAHARKAM MABES POLRI”, tambah Delfi Tasar, yang juga merupakan pengurus LCKI DKI Jakarta ini.

“Dalam seminar dua hari ini, yang di mulai dari pukul 08:00 wib hingga selesai, akan membahas berbagai masalah terkait kejahatan Terorisme da Anarkisme yang kerap terjadi di negeri ini pada khususnya, yakni mulai dari motif dan modusnya, atau pola yang sering digunakan. Dan terutama akan membahas Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku serta berbagai teknik, strategi dan sistem untuk membangun kerjasama dengan berbagai instansi, baik yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya bersama untuk melakukan pencegahan maupun penanggulangan Terorisme dan Anarkisme”, tegas Delfi.

Sejalan dengan maksud dan tujuan dari seminar ini diadakan, Ketua Umum BINA BANGUN BANGSA, Nur Ridwan sangat memberikan apresiasinya kepada LCKI DKI Jakarta dan MABES POLRI, terutama kepada Erwin Ramali, selaku Ketua LCKI DKI Jakarta, dan Delfi Tasar, yang menurutnya bahwa seminar ini adalah sangat penting dan perlu diadakan secara berkala dan meluas, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang pemahaman wawasan anti terorisme dan anarkisme, karena publik akan dapat mengetahui tentang apa itu Terorisme dan Anarkisme, serta bagaimana cara pencegahan dan penanggulangannya, sehingga masyarakat waspada dan dapat melakukan deteksi dini, terhadap rencana dan tindakan aksi kejahatan model tersebut.

Selain itu kegiatan ini juga merupakan forum komunikasi dan kerja sama berbagai pihak, antara institusi negara yang terutama di bidang politik, hukum dan keamanan, beserta berbagai instansi swasta nasional maupun luar negeri, termasuk juga dari berbagai unsur masyarakat umum, agar waspada terhadap berbagai upaya dan tindakan yang terindikasi mengarah kepada kejahatan terorisme dan anarkisme, sehingga akan mempersempit ruang gerak bagi kejahatan, terutama terorisme untuk hidup di negeri yang cinta aman dan damai ini.

Untuk Informasi dan Konfirmasi Undangan acara seminar, dapat menghubungi Sekretariat Panitia :

  • Div Humas Mabes Polri : Jl. Trunojoyo No. 3 Lt. 2, Jakarta Selatan Telp. (021) 7136 6719
  • LCKI Prov. DKI Jakarta : Gd. Arva Central Cikini, Jl. Cikini Raya No. 60 Blok FG-MN Lt. 5, Jakarta Pusat, Telp. (021) 3190 4082, E-mail : lcki_jakarta@yahoo.com, Web-site : www.lcki.org
SBY Bicara Ekonomi di Forum Internasional Tiongkok

SBY Bicara Ekonomi di Forum Internasional Tiongkok

Internasional, BINA BANGUN BANGSA – Terbang menuju negeri tirai bambu, Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri undangan di World Chinese Economic Forum di Chongqing, Tiongkok yang dihadiri oleh 400 pemimpin dan pakar ekonomi dari 20 negara. Dalam undangan ini, SBY hadir sebagai pembicara sekaligus penerima penghargaan The Benevolent Leadership Award.

Dikenal sebagai Presiden ke-6 Indonesia (2004-2014) yang memperjuangkan hak-hak etnis tionghoa dimasa kepemimpinannya, Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (14/12) membagikan pengalamannya membangun kemitraan dengan Tiongkok sekaligus memperjuangkan persamaan hak-hak etnis tionghoa di dalam negeri. Dalam pidato tersebut, SBY membagikan dua nilai penting untuk masa depan Indonesia dan kemanusiaan di seluruh dunia, yaitu multi-kulturalisme serta persamaan hak bagi seluruh masyarakat. Nilai inilah yang dipegang teguh oleh SBY di masa kepemimpinannya memperjuangkan hak-hak etnis tionghoa yang sempat mengalami masa sulit dalam sejarah Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, SBY juga membagikan pengalamannya membangun kemitraan dengan tiongkok di kawasan yang kini semakin kuat.

Di forum yang sama, World Chinese Economic Forum menganugerahi SBY dengan penghargaan The Benevolent Leadership Award. Penghargaan ini diberikan karena kepemimpinan SBY selama 10 tahun terakhir dianggap telah berhasil membawa Indonesia pada kemajuan baik di dalam negeri maupun posisinya di dunia internasional.

Sumber : https://www.facebook.com/SBYudhoyono?fref=ts

Workshop / Lokakarya : Analisa dan Pengembangan Potensi Daerah

Workshop / Lokakarya : Analisa dan Pengembangan Potensi Daerah

Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Suatu lokakarya yang juga merupakan forum diskusi untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi setiap pemangku kebijakan dalam rangka melaksanakan program percepatan pembangunan daerahnya sejalan dengan rencana kerja pembangunan nasional, sehingga diharapkan akan menciptakan minat investasi dan mewujudkan pemberdayaan potensi daerah, yang akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat, serta pendapatan asli daerahnya (PAD).

Maka lokakarya ini sangat penting untuk dapat diikuti oleh perwakilan dari seluruh Pemerintah Daerah, Bappeda, Kepala Dinas/Badan, BUMD/Perusda, SKPD, Pengusaha/Investor, Keuangan/Perbankan, Koperasi, Akademisi, Masyarakat Adat, dan untuk Umum.

Peserta akan mendapatkan materi dalam menunjang kinerjanya secara khusus dan atau keseluruhan, dengan mengembangkan dan mempromosikan potensi dan produk unggulan daerahnya melalui teknik pemasaran dan promosi berbasis multimedia dan atau internet, sehingga feasible dan memiliki daya tarik bagi pengusaha dan investor, maupun lembaga keuangan/perbankan untuk bekerja sama dalam membangun daerah.

Pembicara utama dari kalangan Pemerintah, Pengusaha dan Investor serta Lembaga Keuangan/Perbankan, dari dalam maupun luar negeri.

Pemateri dari Bappenas/Kementerian, Praktisi Manajemen Pemasaran dan IT Profesional.

Pendaftaran dan konfirmasi dapat menghubungi: Rahmat – 081219650309 atau melalui email: seknas@binabangunbangsa.com

Demikian informasi dan undangan ini disampaikan, agar semoga berguna dan bermanfaat bagi pembangunan nasional.

Dan atas perhatian dan dukungannya, kami atas nama sesama anak bangsa Indonesia, mengucapkan terima kasih.

Salam Indonesia.

SBY Berbagi Pengalaman di Hadapan 600 Pemimpin Dunia

SBY Berbagi Pengalaman di Hadapan 600 Pemimpin Dunia di Singapura

“Menyenangkan rasanya berada di Singapura dalam kapasitas yang berbeda. Saya bersama istri jarang sekali dapat berjalan dengan santai dan bebas di waktu malam di daerah Orchard,” ungkap SBY di hadapan 600 pemimpin dan tokoh dunia dalam Third Annual Responsible Business Forum on Sustainable Development, Rabu (26/11) di Singapura.

Kali ini SBY hadir di Singapura dalam kapasitasnya sebagai Presiden Global Green Growth Institute (GGGI) dan sebagai Presiden ke-enam Republik Indonesia. SBY pun menyampaikan harapannya kepada komunitas internasional dalam mewujudkan dunia yang lebih baik di masa mendatang. “Saya hadir di sini juga sebagai seorang kakek, yang menghabiskan banyak waktunya untuk memikirkan bagaimana kita dapat mewariskan dunia yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tambah SBY.

Dalam pidatonya, SBY menyampaikan bahwa semua negara berkembang, khususnya Indonesia, ingin melihat masyarakatnya menikmati kesejahteraan. Dimana ekonomi tumbuh, namun lingkungan tetap terlindungi. “Itulah misi para pemimpin. Itu adalah tanggung jawab para pemimpin, baik pemimpin politik atau pemerintahan, pemimpin bisnis atau pemimpin masyarakat sipil,” jelas SBY.

SBY berbagi pengalamannya mengenai kebijakan yang ia hasilkan saat bertugas sebagai Presiden Indonesia selama dua dekade. Diantaranya adalah “4 track strategy”, yang terdiri atas pro-pembangunan, pro-pengentasan kemiskinan dan pro- penciptaan lapangan pekerjaan dan pro lingkungan hidup.

Pada tahun 2009, sebelum Konferensi Lingkungan Hidup atau COP-15 di Kopenhagen, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 26% hingga tahun 2020, dan bahkan sebanyak 41% dengan dukungan komunitas internasional. Indonesia telah membangun Indonesia Climate Change Trust dan Indoneia Green Investment (IGI) Fund. Selain itu, Melalui program REDD+, Indonesia mampu melindungi hutan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam waktu yang bersamaan.

Sebelum mengakhiri pidatonya, SBY menyampaikan pentingnya mengimplementasikan pertumbuhan hijau “Green Growth”, serta menciptakan visi yang berkelanjutan. Strategi komprehensif yang didukung rencana operasional dan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak pun menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekonomi yang berbasis lingkungan hidup. (SBY)