#buku

Mengapa Kita Harus Kembali Ke UUD 1945?

Kembalikan Pancasila dan UUD 1945 Agar Bisa Menemukan Ke-Indonesia-an Kita

Penulis dan Penyusun:
Taufiequrachman Ruky, Dkk

Penyunting: Bambang Wiwoho
Editor: Syahrudin El Fikri
Desain Cover: Resoluzy
Lay Out: Alfian

Cetakan I, Febuari 2019
ISBN: 978-602-75955-4-5

uk. 13,5 x 2 x 20,5 (cm)
xxvi + 366 halaman

Penerbit: BukuRepublika

Testimoni

Pernyataan sejumlah tokoh bangsa yang menyatakan pendapatnya mengapa kita harus kembali ke UUD 1945.

UUD yang dibuat pada tahun 2002 dengan cara amandemen terhadap UUD 1945 telah menjadikannya kehilangan jiwanya, spiritnya, dan semangatnya. Norma Pancasila ada dalam Pembukaan UUD, namun nilai-nilai Pancasila tidak pernah dituangkan ke dalam batang tubuh UUD berupa pasal-pasal dan tidak ada lagi bab tentang Penjelasan.

Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruky Ketua KPK RI, 2003-2007

Pasca amandemen UUD 1945, Indonesia justru mengalami kebingungan dan kehilangan arah dalam berbangsa dan bernegara. Amandemen yang dilakukan hingga empat kali menyebabkan cita-cita founding fathers bangsa tak kunjung terwujud. Padahal, usia reformasi sudah menginjak 20 tahun lebih.

Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat KASAU, 2009 - 2012

Amandemen konstitusi yang salah langkah dapat membuat NKRI jadi terpecah. Maka jika MPR RI melakukan amandemen konstitusi, agar dikembalikan ke UUD 1945 dengan perbaikan melalui adendum. Kalau amandemen konstitusi dilakukan tanpa adendum dan membuat yang baru, maka beresiko negara Indonesia terpecah-pecah.

Prof. Dr. Kaelan MS Guru Besar Universitas Gajah Mada

Jika tidak ingin bangsa dan negara Indonesia punah, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 disertai Adendum, merupakan kebutuhanmasa kini dan masa yang akan datang yang tidak bisa dinafikan.

Mayjen TNI (Purn) Prijanto Wagub DKI Jakarta, 2007-2012

Produk amandemen membuat rakyat terpecah belah, dan sekaligus produk yang membuat orang asal ngomong, bohong, fitnah, adu domba, sombong dan lainnya. Prinsipnya bikin gesekan sosial. Pemilihan capres dan cawapres saja, dinilai tidak sehat, transaksional, jegal menjegal yang penuh dengan nafsu haus kekuasaan.

Hariman Siregar Aktivis Senior

Dokumentasi

Acara dan Kegiatan

UGM Mendakan Bedah Buku Kembali Ke UUD 1945

Beberapa hal mengemuka dalam diskusi bedah buku “Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945”, Rabu (13/3) di ruang Balai Senat UGM. Diskusi diprakarsai oleh Dewan Guru Besar UGM dan Gerakan Kebangkitan Indonesia, dan menghadirkan pembicara Sri Sultan Hamengku Buwono X

5c66bc9611770-bedah-buku-mengapa-kita-harus-kembali-ke-uud-45_1265_711

Mantan Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, Aktivis Hariman Siregar, M Hatta Taliwang, Wawat Kurniawan, Edwin Sukowati, dan Haris Rusli Moti dkk, bedah buku 'Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 45' yang diprakarsai oleh Gerakan Kebangkitan Indonesia di Jakarta.

MPR Mengapa Kita Harus Kembali ke UUD 1945

Para Purnawirawan TNI–POLRI, organisasi kemasyarakatan, LSM, yayasan dan mahasiswa, akademisi, kaum cendikiawan intelektual, diterima oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Rabu (6/2/2019).

gki-menginginkan-untuk-kembali-ke-uud-1945

Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima sejumlah komponen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Kebangkitan Indonesia (GKI) yaitu purnawirawan TNI-Polri, organisasi kejuangan (Pepabri, FKPPI, IARMI), mahasiswa dari enam perguruan tinggi, dan sepuluh organisasi kemasyarakatan.

Daftar Isi

Bagian I

Mencegah Perpecahan Bangsa; Membangun Masyarakat Pancasila: Sistem Politik UUD Amandemen Bertentangan dengan Pancasila; Kembali Ke UUD 1945, Solusi Mencegah Konflik Horizontal dan Vertikal; Konstitusi tanpa Pondasi Kesejahteraan Rakyat; Pancasila yang Hilang; Amandemen Konstitusi Berisiko Indonesia Pecah.

Bagian II

Ancaman Serius di Depan Mata; Yang Lemah Akan Tersingkir dan Punah; Demokrasi Pemburu Rente; Politik Para Bedebah; Kedaulatan Negara dan Rakyat Dirampas Para Pemodal; Operasi dan Campur Tangan Asing dalam Amandemen UUD 1945; Kilas Balik: Ancaman TNI Jika UUD 1945 Diubah; Perang Cara Pandang yang Melumpuhkan Bangsa Kita; UUD Amandemen Membuat Kesenjangan Makin Melebar.

Bagian III

Seruan Para Purnawirawan dan Aktivis; Mengapa Harus Kembali Ke UUD Asli dan Pancasila; Gerakan Kebangkitan Indonesia dan Persatuan Purnawirawan TNI AD; Kembalikan UUD 1945 Untuk Diperbaiki dengan Adendum; Purnawirawan dan Rakyat Bersatu Tuntut Kembalikan Pancasila dan UUD 1945; UUD Amandemen Pecah Belah Rakyat; Mantan Panglima TNI Serukan Kembali Ke UUD 1945 Asli; UUD Amandemen Sumber Kegaduhan Bangsa; Terbukti Menyimpang UUD Perlu Direvisi Ulang; Para Jenderal dan Aktivis Serukan Kembali Ke UUD 1945; Rapatkan Barisan.

Bagian IV

Seruan dari Kampus Tujuh Pokok Pikiran Iluni UI untuk Pembangunan Bangsa; Iluni UI Serukan Kembali pada UUD 1945 Asli untuk Di-adendum; Grerakan Kembali Ke UUD 1945 Iluni UI UUD Amandemen 2002 Adalah Desain Penghancuran NKRI; PSP UGM, 4 Pilar Kebangsaan Menyesatkan; UGM, UUD 1945 Hasil Amndemen Menyimpang dari Pancasila.

Bagian V

Petisi dan Gerakan; Petisi, Resolusi dan Mosi Tidak Percaya; UUD Sekarang Bagaikan Kompas Penunjuk Jalan yang Rusak; Deklarasi Gerakan Selamatkan NKRI, Lima Alasan Mengapa harus Kembali Ke UUD 1945 Asli dan Pancasila; Petisi Kembali ke Pancasila dan UUd 1945, Solusi untuk Indonesia,; DHN 45 CSIL, UUD 2002 Bertentangan dengan Pancasila; Deklarasi Rumah dan Kebangkitan Indonesia; Cegah Erosi Kebangsaan, Kembali ke UUD 1945 Asli.

Bagian VI

Semarak Jejak Digital; Renungan Proklamasi 18 Agustus 2004; Konstitusi : Amandemen Cek Kosong; Forum Aktivis Lintas Generasi Beri Waktu Jokowi-JK Luruskan Kiblat Bangsa; Jika UUD 1945 Tidak Dikembalikan, Ketua MPR Persilakan Rakyat Duduki MPR; Ketua MPR: Terjadi Demokrasi Wani Piro dan Kesenjangan yang Melebar; Demokrasi Sekarang Menihilkan Bhineka Tunggal Ika; Sejumlah Tokoh Deklarasikan Gerakan Selamatkan NKRI; Kita Dicengkeram Liberalisme dan Dihisap Kapitalisme; Sembilan Desakan Untuk Selamatkan Bangsa; Gerakan Kebangkitan Indonesia Bukan Untuk Hadapi Pemilu; Lahir Karena Keprihatinan; 220 Kampung Kumuh dan Kemiskinan Ekstrem di Jakarta; Perlu Rekonstruksi Konstitusi; Solusi Untuk Berbagai Masalah; Buku Bangkit, Bergerak, Berubah atau Punah; Sikap TNI Pasca Para Mantan Jenderal Mengajak Bergerak; Indonesia Kini Tidak Memiliki Kedaulatan Rakyat.

Demi masa depan bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik

Ayo miliki Buku ini sekarang juga

Terima Kasih

Dengan membeli buku ini, berarti kita sudah turut serta dalam upaya memikirkan dan mengawal cita-cita pembangunan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.